Showing posts with label drink n drunk. Show all posts
Showing posts with label drink n drunk. Show all posts

February 26, 2009

bu Daya

Di perempatan kami liat bule perempuan, naek sepeda, cengengas-cengenges dengan PD nya menerobos lampu merah. Ga tahu ne bule dari mana, ga sempat nanya. Kami berdua tertawa sejadinya. Di otak kami memiliki pikiran yang sama. Asli...Konyol... Keanekaragaman budaya Nusantara memang menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara. Sampai budaya melanggar peraturanpun bisa dikenalkan, dicerna, dan diterapkan.

February 19, 2009

paranoid jalanan bernama dunia waktu ?

Mari berkelana. Pernahkan kita membayangkan kalau saja internet adalah benar-benar sebuah dunia, dalam hal ini berbentuk materi. Bayangkan menurut anda terserah bentuknya. Kotak, persegi, lonjong, bulat, segitiga, trapesium, atau apalah? Kurang kerjaan. Saya ijinkan untuk mengumpat saya sepuasnya.

Detik ini, dibelahan dunia lain adalah suka cita dan duka. Di Paris sepasang kekasih sedang bercumbu, di India seorang anak belajar pertama kali berjalan, di Palestina seorang ibu menangisi anaknya, di Amerika seorang nenek gantung diri, mungkin gak kesemuanya? Dan tadi seorang ibu membawa anaknya berangkat dari Jakarta dengan uang pas mencari suaminya di Jogja yang katanya sedang merantau dengan menjadi seorang pemulung. Kami hubungkan dengan beberapa kenalan sesuai dengan posisi sang suami, ternyata informasinya nihil. Kami cuman berpikir kalau suaminya "nekyan" dengan tekyan. Akhirnya diantar temen ke stasiun, dan barusan saya di telpon "Bro tadi, sisa uang dipakai untuk beli tiket kereta".

Apakah dunia (maksud saya bumi) selebar daun kelor? Kalau saya bisa bilang tidak, kalau anda? Sesuai dengan kata "terpisahkan". Dikampung halamanpun, terutama kota seberapa sering kita dapat bertemu dengan tetangga bahkan mungkin keluarga? Kita sudah diatur oleh waktu. Sekolah, bekerja, rekreasi, traveling, mabuk, judi, hiburan, dsb.

Konsep tersebut tentunya berbeda dengan kata "pertemuan". Bagaimana waktu mengatur agar proses kejadian untuk mempertemukan tersebut sehingga terlontar "dunia memang tak selebar daun kelor".

February 12, 2009

sejamannya jaman

Apakah tanda-tanda jaman edan, gila, susah, remuk atau sebutan lain yang tepat?
1. Apakah kebutuhan pokok melambung?
2. Apakah bbm turun naik?
3. Apakah pendidikan mahal?
4. Apakah biaya kesehatan mahal?
5. Apakah korupsi merajalela?

Mo "misuh-misuh", tak temenin; ASU, Bajingan, Dancuk, Shit, Fuck, Munyuk, Damput, dsb. Puaskan bibir kita, tapi struktur indra yang laen?

Kunci Jawaban (menurut saya..ya terserah saya)
1. Maaf tiap hari masih banyak orang bisa makan nasi, jagung, ketela, bakpia, nasi padang, gudeg, lumpia, pem-pek, junkfood, burger, kacang biar ga kesambet, dsb. Kalau saya mungkin memaksakan diri untuk masih bisa bersyukur, "Untung bisa utang" "Ya namanya juga prihatin" "Masih ada sisa kemarin".
2. Jogjakarta semakin padat. Jadi ga masalah.
3. Pendidikan murah, bayar instansinya yang mahal.
4. Dukun dadakan datang dan pergi.
5. Untung sekarang ada KPK (Karepe Piye? Kurang?). Moral dan etika no urut atau suara terbanyak terserah, karena belum diputusin MK (Menyiasati Korupsi).

100 Tahun yang lalu, 50 tahun yang lalu, 25 tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu bisa dikatakan jaman edan. Kakek Buyut, Kakek, Bapak, kira-kira sudah berapa kali menyebutnya. Dan takkan pernah sama lafalnya.

January 7, 2009

bram brum

bremm, bremm..sampai mantingan, di pinggiran hutan..

"Ngapain kita ke Madiun"
"mo perpanjang STNK"
"Berapa hari nginep"
"senin pagi kita balik ke Jogja"
"Trus ga bawa STNK"
"???"
"ho o ..goblok tenan"

Sekilas kegoblokan kami di hari sabtu-senin selama 1 hari 2 malam. Kalau dipikir enakan kirim via pos, ntar disana ada yang ngurusin. Perjalanan kami diiringi penguasa jalanan Jogja-Surabaya, yang kemarin pas hari minggunya da kecelakaan yang menewaskan 1 keluarga.

November 25, 2008

tes santun sopan



Daripada banyak orang memuliakan "ASU" setiap hari, lebih baek kalau banyak orang sinis melihat matanya masih sehat.